18/01/18

Precognitive Dream



Kalian pernah gak mimpi suatu peristiwa kecil ataupun besar dan ternyata mimpi itu benar-benar kejadian di kehidupan nyata? Mimpi yang aku maksud di sini bunga tidur ya, bukan impian atau angan-angan. Jadi, mimpi yang kita alami ketika tidur ternyata adalah sebuah ramalan atas sesuatu yang bakal terjadi pada diri kita atau sekitar kita. Mimpi yang menjadi kenyataan dan belum berhasil dijelaskan dari sisi sains tersebut dinamakan Precognitive Dream.  

Sepanjang 2015 hingga 2016 lalu, aku berulangkali mengalami Precognitive Dream. Ketika pertama kali mengalami itu, aku kira hanya sebuah kebetulan. Tapi ternyata aku mengalami Precognitive Dream yang kedua hingga keempat. Yah, yang aku ingat hanya empat mimpi yang kemudian benar-benar terjadi di kehidupan nyata. 


Pertama, pada 2015, aku lulus sekolah menengah atas dan berencana melanjutkan ke perguruan tinggi. Tapi, ternyata aku gagal di semua seleksi masuk perguruan tinggi yang aku ikuti. Menyedihkan. Dan sebelumnya aku memang mendapat mimpi yang menjadi kenyataan itu, gagal masuk perguruan tinggi. Kedua, masih di tahun yang sama, tepatnya beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri, aku bermimpi ada ular di sekitar rumah dan di hari selanjutnya nenekku kedatangan tamu yang tidak diundang, apalagi kalau bukan apa yang datang di mimpiku malam sebelumnya, ular.  


Tidak berhenti pada 2015, pada tahun selanjutnya aku masih mengalami Precognitive Dream. Mimpi yang ketiga kali ini adalah mimpi yang sangat ingin aku sesali dan ingin aku ubah, tapi sayangnya amat sangat tidak bisa, dan toh ini bukan kesalahanku. Jadi, malam itu aku bermimpi ada peristiwa di suatu wilayah yang aku yakini wilayah itu ada di Timur Tengah, tapi karena hal itu hanya mimpi tentu aku tidak tahu tepatnya ada di mana. 


Peristiwa di Timur Tengah, konflik atau perang, tentu sudah sering terjadi bahkan sebelum aku bermimpi tentang hal itu. Tapi, seingatku ketika aku bermimpi tentang konflik di salah satu wilayah itu, di sana sedang tidak terjadi peristiwa besar (bukan sisa-sisa peristiwa sebelumnya), peristiwa yang menjadi sorotan dan dikecam dunia. Tapi, apa yang terjadi beberapa hari kemudian? Ternyata, di Suriah tepatnya di Aleppo kemudian terjadi penyerangan oleh pemerintah terhadap pemberontak. Dan perlu aku tekankan kalau sebelumnya aku benar-benar tidak tahu menahu mengenai konflik di Suriah ini, yang aku tahu hanya konflik antara Palestina dan Israel. 


Mimpi yang keempat berbanding terbalik dengan mimpi buruk mengenai konflik di Timur Tengah, mimpiku selanjutnya yang menjadi kenyataan justru sangat membahagiakan. Dan berbanding terbalik dengan mimpi pada 2015 tentang aku yang tidak berhasil masuk perguruan tinggi. Kali ini, masih di tahun 2016, aku berulang kali bermimpi lolos dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Kemudian, benar-benar menjadi kenyataan, aku berhasil menjadi salah satu dari 126.804 peserta yang dinyatakan lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Dan akhirnya aku tidak menjadi pengangguran lagi karena sebelumnya mengambil gap year hehehe 😂


Mungkin ada yang tidak percaya mengenai Precognitive Dream dan menganggap mimpi yang menjadi kenyataan itu hanya sebuah kebetulan saja. Tapi, bagaimanapun juga kita tidak tahu rumitnya otak dan indera kita bekerja. 

Kalian, apakah pernah mengalami Precognitive Dream? Boleh loh berbagi pengalamanmu di kolom komentar 😊
14 komentar on "Precognitive Dream"
  1. jadi tiap mimpi (apalagi yg seram) bikin was-was ya :( kalo aku tiap mimpi almarhum ayah di antara keluarga besar dan beliau ngomong tapi ga ada suaranya beberapa hari kemudian ada sanak saudara yg meninggal. udah kejadian tiga kali jadi aku parno..

    BalasHapus
    Balasan

    1. Iya mbak jadi was-was. Percaya gak percaya mimpi bisa jadi pertanda akan terjadinya sesuatu..

      Hapus
  2. Wah, kamu punya kelebihan unik. Anugrah. Semacam six sense... peringatan melalui mimpi.

    (-_-") Sotoy

    Aku juga sering mimpi, tapi kalo udah bangun ya udah.. lupa deh sama mimpi semalem. haha.
    Hal-hal seperti ini belum pernah kejadian di aku. Mungkin hanya orang-orang terpilih, yang dipercaya menyampaikan pesan... *ngomong opo...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap orang pasti punya kelebihannya masing-masing 😃

      Hapus
  3. Saya belum pernah mengalami mimpi yang menjadi kenyataan
    tapi saya sering melakukan Lucid Dream..
    Saya sering membuat mimpi saya sendiri dengan sadar di dalamnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, lucid dream... Pengen nyoba tapi entah kenapa takut 😅

      Hapus
  4. pregconitive dream, saya baru tau istilah ini..
    saya pernah ngalamin juga kok,
    malamnya mimpi di marahi atasan, paginya kejadian beneran..
    mungkin karna sehari sebelumnya sy lakuin kesalahan di kantor jd kepikiran di malam harinya,terus mimpi lalu besoknya atasan tahu salah saya, jadi ya gitu kena marah mirip bgt sama yg di mimpi,
    aneh ya..

    benar yg kamu bilang..
    kita memang ga pernah tau rumitnya otak dan indera kita bekerja.

    salam kenal Amy.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Otak dan indera kita penuh misteri ya...
      Salam kenal juga 😊

      Hapus
  5. Pernah ngalamin, tapi baru tahu kalau namanya Precognitive Dream. Sebelumnya sih istilah ini pernah aku denger di film Minority report karena disitu diceritakan di masa depan penegak hukum mengandalkan sebuah manusia Pre-Cogs yang mampu memimpikan/meramalkan tindak kriminal yang di masa yang akan datang, sehingga kejahatan bisa diminimalisir sebelum terjadi.

    Kalau pengalamanku malamnya mimpi bertemu dengan teman SD yang sudah lama gak ketemu. Trus siangnya pas nganterin saudara ke kantor polisi urus stnk sementara, eh ketemu ma teman yang kuimpikan itu, ternyata dia didinaskan di polres yang aku kunjungi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, aku malah belum pernah nonton filmnya. Sepertinya keren 😀

      Hapus
  6. Baru tau istilah ini mba, tapi mungkin itu yang disebut de javu. Pernah sih mimpi trus terjadi di kehidupan nyata, cuma aku anggapnya mimpi itu bunga tidur ya, yodah sambil lalu aja gtu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setauku, karena pernah mengalami keduanya, precognitive dream dengan de javu beda, Mbak :)

      Hapus
  7. Aku jarang sih dapat mimpi.
    Tapi~~~~~~~~~~~~~ sekalinya dapat mimpi, itu pasti karena hari itu habis melakukan perbuatan (disengaja) yang buruk. Ntah ya, aku merasa kayak diperingatkan gitu.

    Tapi apapun itu, ambil baiknya sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mimpinya jadi semacam peringatan gitu ya, Mbak 😮

      Hapus