04/11/17

Kado Pernikahan untuk Kawanmu



Beberapa waktu lalu, aku membaca tulisan salah satu blogger favoritku tentang orangtua zaman sekarang yang ingin anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik, tapi banyak yang nggak tau gimana cara mendidik atau memperlakukan anak dengan tepat. Banyak ya, bukan semua. 

Dari apa yang aku amati dan baca dibanyak artikel mengenai orangtua dan anak, mendidik anak itu susah dan tidak boleh seenaknya. Jadi, untuk membesarkan anak agar kelak menjadi anak yang baik, berguna bagi bangsa, negara, dan agama orang tua harus rela bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Tapi, di zaman sekarang, malah sebaliknya, banyak para orangtua justru bersenang-senang dahulu dan bersakit-sakit kemudian dalam mendidik anak. Contoh sederhananya, orangtua yang ngasih atau membelikan anaknya gadget biar nggak rewel dan ganggu pekerjaan si orangtua, tapi apa dampaknya nanti? Sudah tahukan pasti. 


Di tulisan ini, aku nggak akan ngasih cara-cara mendidik anak dengan baik dan benar ya, soalnya aku masih mahasiswa semester tiga yang punya pacar saja belum apalagi punya anak (Wkwkwk). Jadi, mana mungkin kan ngasih cara-cara mendidik anak dengan baik dan benar, sedangkan aku sendiri belum berpengalaman 😂. Tapi sebagai mahasiswa, sebagai seorang anak yang bandel, dan seorang warga negara aku punya tugas untuk mencari saran atau solusi awal untuk permasalahan yang ada negara ini.


Demi mengurangi atau tidak menambah populasi orangtua yang kurang tepat dalam mendidik dan memperlakukan anak bisa dengan cara seperti yang sudah aku tuangkan di kolom komentar tulisan blogger favoritku di bawah ini.



Ya, kado untuk para pengantin baru atau calon orangtua yang sangat berguna untuk jangka waktu yang panjang adalah buku parenting. Bukan gelas dan piring cantik, bukan bantal couple, ataupun kipas angin. Sebenarnya, kado terindah dan membahagiakan untuk para pengantin baru adalah anak. Betul tidak ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah dikaruniai anak? Tapi, akan menjadi sesuatu yang tidak indah kalau si anak tidak bisa berguna dan membahagiakan orang tua ketika sudah dewasa nanti. Maka, buku parenting sangat cocok dijadikan kado pernikahan untuk kawan kita sebagai prolog kebahagiaan hidup dan pedoman untuk mendidik anak-anak mereka nanti, karena nggak mungkin kan kita ngasih kado berupa anak yang saleh dan salehah (Wkwkwk)


Dan seperti apa yang dibilang Mpok Pina, para orangtua pun bisa belajar parenting dengan mudah melalui internet. Tapi, walaupun internet sudah semakin mudah diakses di mana-mana, apakah membuat semua orangtua peduli dan sadar tentang perlunya mendidik dan memperlakukan anak dengan baik dan benar? Tidak. Maka dari itu, kita yang sudah peduli dan sadar  harus menumbuhkan atau mendorong kepedulian dan kesadaran untuk orang-orang disekitar kita. Berilah kado yang benar-benar dibutuhkan untuk kawan kita yang menikah, yaitu buku parenting yang sudah pasti penting untuk semua calon orangtua tanpa terkecuali. Walaupun kawan kita sebenarnya bisa beli sendiri buku parenting, tapi tetap ada kemungkinan besar ataupun kecil untuk tidak membelinya, kan? 


Eh, tapi kalau kawan kita seorang ahli di bidang psikologi anak atau dokter spesialis anak mungkin tidak perlulah ya, mending kasih kado berupa barang yang lain saja. Hehehe


Semoga, saranku demi menghasilkan anak-anak Indonesia yang lebih baik dan berprestasi ini bisa berguna bagi siapapun kamu yang membacanya, ya 😊.

20 komentar on "Kado Pernikahan untuk Kawanmu"
  1. Benar tuh, apalagi pengantinnya suka baca, pasti suka banget dengan kadonya.
    Salam kenal.

    BalasHapus
  2. aku juga suka ngasih buku kalau ngasih hadiah sama teman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngasih hadiah buku ke teman gak bakal rugi ya Mbak 😊

      Hapus
  3. Wahhh, sangat menginspirasi, makasih mbak.
    Aku selalu bingung kalau mau kasih kado tmn yg merit hehhe

    http://ursulametarosarini.blogspot.co.id/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak.
      Terima kasih kembali sudah berkunjung, dan semoga saran saya bisa membantu 😊

      Hapus
  4. Yah itulah problematika yang harus di hadapi orang tua zaman sekarang menghadapi generasi micin. yah harus extra keras agar anaknya bisa seperti kemauaan orang tuanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kalau anak dituntut untuk menuruti semua kemauan orangtuanya yang tidak sesuai dengan apa yang diminati si anak (yang baik-baik ya) juga gak baik nantinya 🙂

      Hapus
  5. Ehiyaaaa...gak pernah kepikiran beliin buku parenting. Ingetnya beliin teko, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beliin teko + buku parenting lebih bagus Mbak 😆

      Hapus
  6. Wuah, kupikir benar juga ya
    Selama ini aku sih ngasihnya ya baju, atau duit. Harusnya ngasih buku parenting ya, minimal ilmunya ngalir

    Makasih udah mengingatkan 😊😊

    BalasHapus
  7. Saya selalu suka ngasih buku dan dikasih buku saat pernikahan :)
    Dirimu sama seperti diri ini saat masih kuliah, yg antusias sekali belajar parenting. Semoga kelak menjadi parents yang diidam2kan ya
    (Btw, itu dialod now-know lucu juga)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah bagus mbak :D
      Iya, soalnya prihatin ngeliat kebanyakan kids zaman now yg menurutku kelakuannya kurang baik, gak mau dong kalau nanti punya anak yg kayak gitu, jadi bolehlah mulai persiapan dari sekarang hehehe. Aamiin...

      Hapus
  8. bisa jadi masukan sih
    sebagai cowok kalo temen aku nikahan biasanya ngasih DUIT ajah karna bingung mau ngasih kado apa
    biarin deh dia mau beli apa sendiri pake uang itu wkwkwkkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bodo amat ya duitnya mau buat beli apa 😂
      Kalau ngasih buku parenting mungkin akan lebih berfaedah, toh si pengantin baru belum tentu kepikiran buat beli buku itu

      Hapus
  9. Buku sih sebenernya bagus juga apalagi parenting, klo saya lebih seneng kasih barang yang bermanfaat buat kehidupan selanjutnya. Atau yang mentahan aja deh pasti kepake :D

    BalasHapus
  10. Dari sekian banyak temen yang sudah menikah, salah satu sahabat saya minta diberi kado pernikahan berupa buku parenting atau Sirah Nabawiyah. Saya dengan senang hati memberikan, sih. Soalnya pasti bermanfaat :)

    Kalau uang, pada banyak kasus cepat abis untuk "balik modal biaya resepsi", hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, Mbak. Kalau buku sudah pasti berguna 😊

      Hapus