06/08/17

Zenius: Partner Belajar yang Amat Menawan




Halo! Ada waktu luang? Yak, lanjutin ya bacanya. Eh, sebelumnya perkenalkan aku Amy, bisa dibilang adalah salah satu anak yang dulunya punya semangat dan optimisme dengan kadar yang tinggi bisa mendapatkan dan melanjutkan perguruan tinggi negeri impian dengan mudah. Sampai-sampai setiap ditanya orang-orang mau melanjutkan kuliah dimana selalu dengan semangat dan mantap menjawab mau melanjutkan ke perguruan tinggi A atau kalau tidak B, kalau tidak C. Tujuanku menjawab dengan jelas keinginanku adalah agar mendapat do’a dari orang-orang yang mengajukan pertanyaan, waktu itu sebelum maupun setelah pengumuman SNMPTN yang ternyata aku dinyatakan tidak lolos. Tapi, masih banyak seleksi lain jadi tetep optimis aaaeeeeee...


Demi bisa mendapat perguruan tinggi impian, aku akhirnya mengikuti banyak seleksi masuk perguruan tinggi dari SNMPTN hingga seleksi-seleksi mandiri. Dari total enam seleksi yang aku ikuti, ternyata takdir malah berkata lain. Tidak ada satupun seleksi yang berhasil aku tembus. Padahal, waktu itu perguruan tinggi yang aku pilih bukan perguruan tinggi Ivy League-nya Indonesia. Sedih, marah, kecewa? Ya. Pasti. Sampai-sampai ngerasa iri sama temen-temen yang dengan mudah mengikuti seleksi hanya satu atau dua kali langsung bisa diterima di perguruan tinggi negeri atau kedinasan yang top, bahkan ada yang lolos di kedua-duanya.  Terus, apa salahku? Sampai-sampai aku dibuang enam kali. Walaupun mungkin ada yang mengalami kegagalan lebih banyak dariku, tapi tetep aja bagiku enam kali gagal itu sangat memilukan dan memalukan. Dan akhirnya aku memilih mengambil gap year.


Ditengah-tengah perasaan bingung bagaimana belajarnya dan dengan siapa daku harus mengadu minta diajari, aku inget ada situs belajar online yang bernama Zenius yang pernah aku temukan dulu saat dalam kondisi genting pula, yaitu saat mengalami tekanan dan ketegangan pada minggu-minggu menjelang UN. Tapi waktu itu akhirnya Zenius aku tinggalin karena harus bayar ehehe (maunya yang gratisan 😹). Setelah itu, aku membulatkan tekad untuk membeli voucher Zenius dan belajar pake Zenius siang malem, rela gak main keluar (emang anak rumahan sih) demi masuk perguruan tinggi negeri impian. Terus bosen gak? Ngantuk gak? Gak bosen sama sekali, karena cara ngajar tutornya enak, suara para tutornya pun enak didenger. Tapi, kalo ngantuk enggaknya itu tergantung keadaan masing-masing orang yang dengerin ya.

Semakin sering belajar pake Zenius, semakin akrab pula sama tempat belajar online ini. Seandainya si Zenius ini manusia dan aku diminta untuk mendeskripsikan seperti apa dia, tentu dia bener-bener tulus mencerdaskan anak bangsa, gak pelit bagiin banyak tips dan artikel yang tentu bermanfaat dan bikin cerdas. Salah satu artikel yang bikin aku sadar apa kesalahanku sehingga gagal enam kali seleksi masuk perguruan tinggi negeri adalah artikel 5 Kesalahan Umum yang Bisa Bikin Lo Gagal Masuk Universitas. Dari lima kesalahan yang diuraikan dalam satu artikel itu, semua ada pada diriku 😅. Tapi, nasi sudah terlanjur menjadi bubur, makan saja kalau masih enak. Lagi, artikel lain yang bikin aku sadar adalah artikel yang berjudul Punya Cita-Cita Keren? Semangat Aja Ga Cukup, Lo Butuh Strategi!. Dan ada satu tips yang bikin aku sadar bahwa menjawab setiap pertanyaan “mau melanjutkan kuliah di mana?” mungkin adalah salah satu kenapa aku gak bisa lolos seleksi-seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Dan tips yang aku maksud adalah
 
TIPS #1: Jangan gembar-gembor sama orang lain tentang apa yang jadi impian lo, keep it for yourself!


Ya, dan akhirnya aku gak mengulangi lagi apa yang pernah aku lakukan dahulu. Dan setiap kali ditanya ingin melanjutkan kuliah di mana, hanya aku jawab dengan tetap meminta doa, “di mana saja pilihanku, doakan saja”.

Apa yang dilakukan Zenius selalu bikin cerdas. Tulisan yang kamu baca ini misalnya, tulisan ini ada karena Zenius mengadakan lomba dengan cara menulis seperti ini. Secara tidak langsung menambah kemampuan menulis si penulis. Dan hadiahnya juga gak main-main bikin cerdas, yaitu bukan uang bukan gadget, melainkan buku-buku yang super keren yang tentu bisa bikin otak tambah cerdas. Sungguh menawan kan si Zenius ini?


Oh, iya. Terus gimana dengan impianku? Yasss . . . di tahun 2016, berkat Zenius aku bisa melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri yang tahun kemarin sama sekali tidak aku 'sentuh', yaitu Universitas Gadjah Mada.
Be First to Post Comment !
Posting Komentar